Erick Thohir Angkat Suara Soal Utang ITDC: Bangun Infrastruktur Butuh Waktu Buat Untung

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu untuk bisa mencatatkan keuntungan, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika.

Untuk itu, beban utang sekitar Rp 4,6 triliun dipikul PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Informasi, ITDC menanggung utang Rp 4,6 triliun dengan rincian kewajiban pembayaran utang jangka pendek (short term) Rp 1,2 triliun dan kewajiban pembayaran utang jangka panjang sebesar Rp 3,4 triliun. Utang itu timbul dari biaya atas pembangunan KEK Mandalika.

Menanggapi itu, Erick Thohir menyebut besaran kewajiban bayar utang itu tidak bisa digolongkan besar atau kecil bagi ITDC. Namun, dia memastikan kalau pembangunan infrastruktur memang membutuhkan waktu agar memberikan dampak.

“Ya itu relatif, kan memang ada pembangunan infrastruktur, seperti yang saya sampaikan, pembangunan infrastruktur itu perlu waktu untuk supaya bisa mendapatkan hal-hal yang positif. Tetapi kalau gak ada infrastruktur, gak ada pembangunan,” ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/6/2023).

Dia mengibaratkan pada suatu lokasi yang tidak memiliki akses, kedepannya tidak akan bisa berkembang. Ini merujuk pada pentingnya pembangunan infrastruktur di sebuah daerah.

“Sama, kalau kita ada sebuah lokasi tertutup, tidak ada jalan, tidak ada listrik, ya tidak akan berkembang,” kata dia.

Kembali pada konteks pengembangan KEK Mandalika, Erick mengakui kalau kawasan itu memang memerlukan perhatian.

Termasuk menyusun strategi untuk mengoptimalkan potensinya. Termasuk juga menggelar kegiatan berskala besar seperti di Sirkuit Mandalika.

“Ya ini yang memang harus Mandalika juga jadi bagian yang bisa ktia siapkan apalagi dia sudah punya event gede tahunan, yang sayang kalau tidak dimaksimalkan,” bebernya.

Erick Thohir: Negosiasi Hal Biasa

Holding BUMN Industri Aviasi dan Pariwisata, InJourney berencana melakukan negosiasi ulang untuk menghapus gelaran World Superbike (WSBK) di sirkuit Mandalika. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut negosiasi bisnis menjadi hal yang lumrah dilakukan.

Diketahui, gelaran WSBK dinilai tidak memberikan keuntungan yang cukup berarti bagi keuangan perusahaan. Mengingat, ada upaya untuk menyehatkan keuangan melalui negosiasi ulang gelaran internasional yang menguntungkan di Mandalika, termasuk sirkuit Mandalika.

“Ada beberapa event yang saya rasa memang misalnya memberatkan ya kita negosiasi ulang. Ya itu hal yang biasa,” ujar Erick saat ditemui di Gedung DPR RI, dikutip dalam binamargadki.net

Informasi, selain WSBK ada pula gelaran MotoGP yang akan dihelat di Sirkuit Mandalika tahun ini. Erick menyebut, untuk MotoGP masih tetap akan dipertahankan.

Menurutnya, dampak dari gelaran MotoGP masih lebih memberikan dampak positif ke kawasan Mandalika. Harapannya citra Indonesia sebagai tuan rumah gelaran balap motor itu bisa semakin baik.

“Tapi kalau MotoGP nya itu kita pertahankan karena iru sangat positif untuk branding sebuah negara. Kalau kita lihat kemarin banyak sekali kegiatan internasional event itu mendukung juga pariwisata kedepan,” ungkapnya.

Kendati begitu, Erick menyebut kalau dampak positif terhadap kawasan dan pariwisata secara umum baru bisa terasa dalam beberapa waktu kedepan.

“Walaupun tentu kalau jangka pendek belum terasa, tapi kalau sudah 2-3 tahun itu menjadi merek yang berkesinambungan itu menjadi kekuatan,” kata Erick Thohir.